<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Daniatiwi&#039;s Blog karya sesuka hati</title>
	<atom:link href="http://daniatiwi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daniatiwi.wordpress.com</link>
	<description>belajar nulis niech</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 04:19:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='daniatiwi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Daniatiwi&#039;s Blog karya sesuka hati</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://daniatiwi.wordpress.com/osd.xml" title="Daniatiwi&#039;s Blog karya sesuka hati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://daniatiwi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jilbab Pertamaku</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/09/16/jilbab-pertamaku/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/09/16/jilbab-pertamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 09:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[imajinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[“Kuatkan hati dan tekadmu. …. “ KRINGG!!!!!!!! Jam weker tepat menunjukkan pukul lima pagi. Verlita Rossa Caroline, atau biasa disapa Ocha terbangun dari mimpinya. Ia bergegas menuju kamar mandi, menyikat gigi, membasuh muka, kemudian mengambil wudhu. Beberapa menit kemudian, Ocha telah selesai melaksanakan kewajibannya. Setelah itu, ia segera membereskan kamar dan pergi mandi. Ocha memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=355&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kuatkan hati dan tekadmu. …. “</p>
<p>KRINGG!!!!!!!!</p>
<p>Jam weker tepat menunjukkan pukul lima pagi. Verlita Rossa Caroline, atau biasa disapa Ocha terbangun dari mimpinya. Ia bergegas menuju kamar mandi, menyikat gigi, membasuh muka, kemudian mengambil wudhu.</p>
<p><span id="more-355"></span>Beberapa menit kemudian, Ocha telah selesai melaksanakan kewajibannya. Setelah itu, ia segera membereskan kamar dan pergi mandi. Ocha memang terbiasa mandi pagi tanpa air hangat karena bagi Ocha hal itu sangat baik untuk kesehatan. (kayak tau kesehatan aja, cha <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Setelah selesai mandi, ia menuju meja makan. Disana, mama, adik, dan nenek ocha sudah menunggu. (Ayahnya mana, cha?) Ayah Ocha sudah lama meninggal dunia, sejak Ocha berumur 2 bulan. Sekarang, mereka tinggal berempat di rumah nenek ocha di desa.(Ups, maaf ya, cha)</p>
<p>“Pagi, sayang . . . . “ sapa mama hangat seraya menyiapkan makanan.</p>
<p>“Pagi, ma. Wah, mantepp ni sarapannya. Nasi goreng cumi. Asyikkk….” Seru Ocha dan langsung menyambar piring serta menyendok nagomi&#8211;singkatan Ocha untuk nasi goreng cumi—kesukaannya. Disusul adik, mama, dan nenek nya yang tertawa ringan melihat tingkah Ocha yang sangat bersemangat saat menyantap nagomi.</p>
<p>“Makan yang banyak, kak. Biar cepet gede. Masa udah kelas 3 SMA, badannya masih kayak anak SMP. Entar adek susul lho. Hihihi . . “ ledek Luna, adik Ocha yang duduk di kelas 2 SD.</p>
<p>“Oke oke… kamu jangan nangis aja Lun kalo entar tiba-tiba nagomi punya kamu lenyap tak bersisa dan mendarat di perut kakak. “ balas Ocha tak mau kalah. Luna jadi manyun, sementara mama dan nenek tertawa melihat dua gadis mungil yang jarang akur itu. (Tapi Ocha tetep sayang Luna,lho)</p>
<p>“Udah udah. Buruan makannya, entar  telat lho ke sekolahnya.” Kata mama menengahi.</p>
<p>* * *</p>
<p>Tetttttt!!!!!!</p>
<p>Bel berbunyi tepat 15 menit setelah Ocha tiba di sekolah. pelajaran pertama adalah Pendidikan Agama Islam atau biasa disingkat PAI.</p>
<p>Bapak Tanzani, guru agama di sekolah Ocha adalah salah satu guru favorit Ocha dan teman-temannya. Karena cara mengajar Pak Tanzani yang selalu membuat murid-muridnya tertawa.</p>
<p>“ Selamat Pagi, anak-anak. Hari ini kita akan belajar tentang kewajiban seorang muslim.” Ujarnya membuka pelajaran.</p>
<p>“Ada yang tahu apa saja kewajiban yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim?” Tanya beliau kepada murid-muridnya.</p>
<p>“Sholat, pak.” Jawab Ocha.</p>
<p>“Puasa, Pak.” Jawab murid yang lain.</p>
<p>“Iya, itu adalah salah satu, eh maksud Bapak salah dua dari contoh kewajiban seorang muslim.” Canda beliau yang disambut tawa serempak oleh Ocha dan kawan-kawan.</p>
<p>“Ada lagi kewajiban yang sering terlupakan. Terutama untuk perempuan. Yaitu memakai jilbab..”</p>
<p>DEG!</p>
<p>Ocha teringat mimpinya semalam. Dua jam pelajaran dari Pak Tanzani tak satupun melekat di otaknya. Biasanya, Ocha selalu aktif dan banyak bertanya bahkan cerewet di bidang pelajaran yang satu ini. Namun kali ini, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Pak Tanzani yang melihat hal itu hanya bergumam dalam hati, <em>masa transisi mungkin</em>.</p>
<p>Pukul 13.45 sekolah dibubarkan. Sejak Pak Tanzani memulai pelajaran, hingga saat ini, Ocha tampak lesu.</p>
<p>“Kenapa, cha?” Tanya marta heran. Karena Ocha tak biasa bersikap begini.</p>
<p>“Aku pengen cepat-cepat pulang aja.” Jawab Ocha singkat.</p>
<p>Sesampai di rumah, Ocha meletakkan tasnya begitu saja dan mengempaskan diri di sofa ruang tengah rumahnya. Mama Ocha datang menghampiri karena beliau merasa hari ini anak sulungnya itu bersikap aneh dan tak biasa.</p>
<p>“Ada apa, sayang? Ayo cerita sama mama.” Bujuk Mama Ocha seraya membelai sayang rambut anaknya.</p>
<p>“Di sekolah, Pak Tanzani mengajar tentang kewajiban seorang muslim yang salah satunya adalah memakai jilbab, ma.” Jawab Ocha lesu.</p>
<p>“Lalu, apa yang membuat kamu tak bersemangat seperti ini, sayang?” Tanya mama Ocha lembut.</p>
<p>“Ocha. . .  Ocha . . .  Ocha ingin memakai jilab, ma.”jawab Ocha terbata-bata.</p>
<p>“Wawww…..bagus itu. Lalu?”</p>
<p>“Ocha takut, Ocha tidak bisa membawa diri, ma.”</p>
<p>“Sayang, dengar mama yaa. Memakai jilbab itu hampir sama dengan naik Haji, apabila kita mampu, kita wajib melaksanakannya. Sekarang mama mau tanya, keinginan Ocha untuk pake jilbab itu apakah memang lahir dari hati Ocha atau Ocha hanya sekedar ikut-ikutan?”</p>
<p>“Ocha sudah lama ingin memakai jilbab, ma. Tapi, Ocha takut sikap dan perilaku Ocha tidak sesuai.”</p>
<p>“Sayang, kesadaran kamu sudah mau memakai jibab itu sudah menjadi tahap awal sikap kamu menjadi orang yang lebih baik. Yang lain bisa menyusul dan berubah sedikit demi sedikit.” Terang mama Oha.</p>
<p>“Tapi, bagaimana dengan baju-baju Ocha yang berlengan pendek, ma? Nanti Ocha nggak bisa lagi pake baju-baju itu.”</p>
<p>“Hmh, sepertinya hal ini yang paling membuat kamu ragu. Tenang, sayang. Ada manset baju sebagai penutup aurat untuk baju kamu yang berlengan pendek. Justru malah menjadi lebih modis dan keren.”</p>
<p>“Bener, ma?” tanya Ocha tertarik.</p>
<p>“Iya,bener. Jadi . . “</p>
<p>“Oke, Ma. Ocha mau pake jilbab. Bismillahirrohmanirrohim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Ocha mau pake jilbab.” Kata Ocha dengan wajah berseri.</p>
<p>“Alhamdulillah, amin….mama bangga sama kamu, sayang.” Kata mama Ocha terharu. “Jadi, sekarang kita ke butik yukk.”</p>
<p>“Butik? Buat apa, ma?” tanya ocha bingung.</p>
<p>“Kita beli perlengkapan untuk anak sholehah mama yang cantik.”</p>
<p>“Oke, ma. Let’s go . . . .  . . . .”</p>
<p>^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=355&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/09/16/jilbab-pertamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HANYA INGIN DIDENGAR</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/06/30/hanya-ingin-didengar/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/06/30/hanya-ingin-didengar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 14:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[hallo blogger.. jumpa lagi dengan tiwi dalam acara &#8230;&#8230;. eng ing eng, SESUKA HATI!!! hehe&#8230;.. baru update postingan terbaru nih, soalnya jadwal tiwi padat bangett&#8230; ciaah, kayak artis aja.. he.. oke, to the point aja, intinya&#8230;tiwi kangen sama semua blogger&#8230;.kangen kangen kangen sangadd&#8230;. ^_^ OKE, selamat menikmati cerita sesuka hati karya tiwi ini Di sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=342&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hallo blogger.. jumpa lagi dengan tiwi dalam acara &#8230;&#8230;. eng ing eng, SESUKA HATI!!! hehe&#8230;.. baru update postingan terbaru nih, soalnya jadwal tiwi padat bangett&#8230; ciaah, kayak artis aja.. he.. oke, to the point aja, intinya&#8230;tiwi kangen sama semua blogger&#8230;.kangen kangen kangen sangadd&#8230;. ^_^</p>
<p>OKE, selamat menikmati cerita sesuka hati karya tiwi ini<span id="more-342"></span></p>
<p>Di sebuah rumah terlihat seorang gadis remaja sedang santai-santai membaca komik sambil mendengarkan lagu lewat earphonenya. Namanya Vera. Vera adalah anak dari keluarga yang berkehidupan serba mewah. Segala kebutuhan yang ia inginkan, pasti dapat ia capai. Tapi, ada satu hal yang selalu ia inginkan, namun belum bisa terkabulkan. Suasana rumah yang tenang, damai, dan rukun yang ia idamkan tak pernah terwujud.<br />
Seperti hari ini, orang tua vera terlibat pertengkaran. Awalnya vera berpikir, pertengkaran itu biasa terjadi di dalam kehidupan berumah tangga. Namun, perilaku kedua orang tuanya semakin hari semakin luar binasa. Bagaimana tidak? Setiap keduanya terlibat pertengkaran, semua perabotan di rumah selalu menjadi sasaran mereka dalam perkelahian. Dan vera sudah tidak mau ambil pusing dan ikut campur. Karena jera juga pernah dibentak gara-gara melerai keduanya.<br />
“ Kamu tuh masih kecil, gak tau apa-apa.” Bentak papanya saat Vera menengahi papa dan mama nya yang sedang cekcok.<br />
Vera hanya melengos kesal dengan itu. Ya sudahlah, terserah.<br />
Dan beginilah vera sekarang, santai dengan komik dan musik di telinga walau suasana di ruang tengah seperti angin topan, badai, tsunami, dan semua bencana lainnya. Yaa, sekarang orang tua vera sedang bertengkar hebat. Entah gara-gara apa.<br />
Vera hanya menanggapi itu semua dengan diam, diam yang menyakitkan. Sesungguhnya, sakit yang amat sangat terasa di hatinya. Vera kesal, kenapa kedua orang tuanya tidak bisa akur seperti orang tua teman-temannya.<br />
“ Pokoknya aku minta cerai. Aku udah gak tahan hidup sama laki-laki pemarah seperti kamu. “ mama vera berteriak, yang membuat vera terlonjak dari santai dan musiknya. Ia tak menyangka kalau persoalan kedua orang tuanya seribet ini, sehingga mamanya sampai begitu marah dan minta cerai.<br />
“ Oke, aku ceraikan kamu. Aku juga nggak sudi terlalu lama hidup dengan wanita yang tidak pernah ada waktu untuk keluarga.” Balas sang papa tak mau kalah.<br />
“ Kamu pikir kamu selalu punya waktu untuk keluarga? Haah!”<br />
“ Kamu….”<br />
“ Stop!!!!” vera sudah tak tahan, dan dia memutuskan untuk menengahi kedua orang tuanya yang sudah kalap tersebut.<br />
“ Kalian pernah mikir perasaan vera nggak sih? Kalian pernah nggak berpikir tentang masa depan vera? Kalian sayang nggak sama vera? Ma, pa….vera butuh perhatian kalian. Vera butuh kasih sayang kalian. Vera butuh ketenangan, kerukunan, kedamaian di rumah ini. Kenapa kalian seperti ini? “ semua keluh kesah, kesal, kecewa, sedih, marah, diluapkan Vera. Dia sudah tak tahan memendam semua itu.<br />
“ Coba sebelum kalian bertengkar, melempar semua perabotan di rumah, kalian mikir dulu. Mikir, bagaimana awalnya mama sama papa bisa saling suka, saling sayang? Mikir bagaimana lelahnya kalian untuk membeli semua perabotan yang ada di rumah ini? kebersamaan 16 tahun bukan waktu yang singkat pa, ma. Namun kalian akan menghancurkan itu semua dalam sekejap. Atau sebelum kalian mau bertengkar, kalian sholat dulu terus baru lanjutin marah dan bertengkarnya. Kalian bilang vera gak boleh ikut campur, karena vera masih kecil. Namun, sebenarnya kalian membutuhkan anak kecil untuk menengahi kalian. Karena orang dewasa terlalu sering menggunakan emosi daripada pikiran.“ setelah itu, vera ngos-ngosan namun lega, karena beban itu telah ia lepaskan. Penat dihatinya sedikit berkurang.<br />
“ vera………..maafin mama,nak. Maafin mama….mama nggak tau kamu selama ini tersiksa karena ulah mama sama papa. “<br />
“ iya, nak. Maafin papa juga. Sebagai orang tua, papa terlalu egois, maafin papa, nak. “<br />
Dan keluarga itu pun berpelukan. Air mata menetes beriringan dari kedua mata vera. Namun, bukan tangis kekesalan yang ia keluarkan saat mendengar orang tua nya bertengkar. Ini adalah tangis yang bahagia, tangis karena keinginannya telah tercapai. Kedamaian, kerukunan, dan ketenangan itu telah membentang di depan mata. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk orang tua lebih menghargai pendapat anak, batin Vera.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=342&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/06/30/hanya-ingin-didengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAPPY NEW YEAR</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/01/01/happy-new-year/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/01/01/happy-new-year/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 17:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Tok tok tok . . “cha…….buka pintunya.“ teriakan luna membuyarkan ku yang sedang terhanyut mendengar lagu celine dion yang romantiss abiss….. “kenapa sih, lun?? “ “ada surat buat kamu?” “dari siapa?” “nggak tahu. Buka dulu pintunya napa, cha!” “iya, iya.. sabar . . “ dengan langkah berat, aku beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=332&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Tok tok tok . .</p>
<p style="text-align:left;">“cha…….buka pintunya.“ teriakan luna membuyarkan ku yang sedang terhanyut mendengar lagu celine dion yang romantiss abiss…..</p>
<p style="text-align:left;">“kenapa sih, lun?? “</p>
<p style="text-align:left;">“ada surat buat kamu?”</p>
<p style="text-align:left;">“dari siapa?”</p>
<p style="text-align:left;">“nggak tahu. Buka dulu pintunya napa, cha!”</p>
<p style="text-align:left;">“iya, iya.. sabar . . “ dengan langkah berat, aku beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu.</p>
<p style="text-align:left;">“Nih..tadi sore pak pos nganterinnya.”</p>
<p style="text-align:left;">“kok baru sekarang di kasih ke aku, ngaku.. udah kamu baca duluan yaa…” tuduh ku</p>
<p style="text-align:left;">“hehe…. Abiss penasaran. Siapa sih yang mau repot-repot ngirim surat buat kamu.”</p>
<p style="text-align:left;">“yeee…..bilang aja ngiri. Wekkk…..udah, pergi sana.” Usir ku</p>
<p style="text-align:left;">“yeee…… …gue juga ogah lama-lama disini.wekkk..” Balas luna.</p>
<p style="text-align:left;">Aku langsung membuka surat yang tanpa ku ketahui siapa pengirimnya.<br />
<em></em></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/BYON/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Selamat tahun baru . .</em><br />
<em> Semoga tahun ini kamu menjadi orang yang lebih baik dalam segala hal . . menjadi orang yang lebih bisa menghadapi masalah dengan berlapang dada, menjadi orang yang bisa menghargai diri sendiri, menjadi orang yang bisa menerima kekalahan dengan berbesar hati</em><br />
<em> Happy new year, ocha…..</em></p>
<p style="text-align:center;">Dari : sahabat yang belum kamu kenal</p>
<p style="text-align:left;">Oh, ternyata kartu ucapan selamat tahun baru. Aku hanya bisa mengerutkan dahi sambil tersenyum menatap kartu ucapan itu. Ku taruh kembali ‘greeting card’ itu ke dalam amplop pink manis yang membungkusnya.</p>
<p style="text-align:left;">Aku langsung keluar dari kamar, hari sudah menunjukkan pukul 00.01 WIB, 1 januari 2011…</p>
<p style="text-align:left;">Malam itu, ups…lebih tepatnya pagi itu dinginnn banget. Dari serambi rumah tampak jelas, aku melihat bintang-bintang berkerlap-kerlip dengan indahnya. Bulan bersinar dengan terang.</p>
<p style="text-align:left;">“ HAPPY NEW YEAR…………….<br />
BYE BYE 2010<br />
WELCOME 2011 . . . . . . . . . . “</p>
<p>“Ocha…..ini udah malam, jangan teriak-teriak. Entar tetangga keganggu,” mama berteriak dari dalam kamar.</p>
<p>“iya ma….. maaf, ocha terlalu semangat menyambut tahun baru. Mama juga jangan teriak-teriak, entar dikira tetangga mama ngigo…. Hehehe…lagian ini juga udah pagi kok, ma.. “</p>
<p>“ochaa………..”</p>
<p>“ piss, ma . . hihi.”</p>
<p>^_^  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=332&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2011/01/01/happy-new-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Tempat Tidur</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/25/gara-gara-tempat-tidur/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/25/gara-gara-tempat-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 04:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[PORR !!!!! “kenapa sih aku punya kakak aneh kayak kamu, Cha ??” “kenapa juga aku punya adik rese kaya kamu,Lun ??” “siapa juga yang mau dilahirin jadi adik kamu??” “apalagi aku. Ogah punya adik kayak kamu!!!” Wekk…wekk…….lemparan ledekan saling kami berikan. “Kenapa sih? Pagi-pagi udah bikin heboh aja.” Mama tiba-tiba datang dan langsung menghakimi aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=320&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PORR !!!!!<span id="more-320"></span></p>
<p>“kenapa sih aku punya kakak aneh kayak kamu, Cha ??”</p>
<p>“kenapa juga aku punya adik rese kaya kamu,Lun ??”</p>
<p>“siapa juga yang mau dilahirin jadi adik kamu??”</p>
<p>“apalagi aku. Ogah punya adik kayak kamu!!!”</p>
<p>Wekk…wekk…….lemparan ledekan saling kami berikan.</p>
<p>“Kenapa sih? Pagi-pagi udah bikin heboh aja.” Mama tiba-tiba datang dan langsung menghakimi aku dan Luna yang sedang cekcok.</p>
<p>“Luna tuh, ma. Ocha udah cape-cape beresin tempat tidur, eh…..tau-tau dia datang gitu aja dan langsung baringan di tempat tidur Ocha.”</p>
<p>“Dasar Kak Ocha nya aja yang aneh, ma! Masa Cuma gara-gara Luna baringan di tempat tidurnya aja harus marah-marah.”</p>
<p>“Aduh, Cha…kamu tuh udah 15 tahun. Kok sikap kamu masih kayak anak-anak aja, sih! Mama heran deh.”</p>
<p>“dengerin tuh, cha. “Luna nyeletuk. Luna emang kelewatan rese’, mangggilin gue aja pake nama. Nggak sopan !!!</p>
<p>“Kamu juga, Luna. Hobi banget ya ngusilin kakak kamu.</p>
<p>“15 tahun tuh masih muda, ma. Emang masih kayak anak kecil. Kalo mama sama papa yang udah kepala 4 masih aja berantem itu baru kayak anak kecil.”</p>
<p>“Nah…setuju tuh.” Luna nyeletuk lagi.</p>
<p>“Kalian tuh ya, Kalo dibilangin nyaut aja. Lagian apa susahnya sih, kamu tinggal beresin lagi tempat tidur kamu, Cha.”</p>
<p>“Iya, dasar orang aneh. “ tambah Luna yang bikin aku pengen banget nyubitin pipinya yang cabi kayak cabe.</p>
<p>“ Tapi Oha kan cape, ma!!! Mumpung lagi libur Ocha juga mau nyantai. Makanya pagi-pagi Ocha bangun dan langsung beres-beres supaya entar siang bisa langsung pergi bareng teman-teman Ocha.” Aku menjelaskan ke mama dengan sedikit rengekan.</p>
<p>“Udah…..udah…..kalian berdua mandi sana. Cape mama ngurusin kalian Cuma gara-gara tempat tidur.” Kata mama akhirnya.</p>
<p>“Awas kamu, Luna!!!!” kepalan tinju kutuju pada Luna yang dari tadi ngeliat aku sama mama perang mulut gara-gara dia.</p>
<p>“Siapa takut!!!”</p>
<p>Ini bukan untuk yang pertama kalinya aku dan Luna bertengkar gara-gara tempat tidur, tapi udah untuk yang kesekian kalinya. Makanya mama marah banget kalo ngeliat aku sama Luna bertengkar hanya gara-gara tempat tidur.</p>
<p>Pernah juga kejadian waktu itu, yang bikin mama naik darah gara-gara aku sama Luna.</p>
<p>Pagi itu cuaca cerah banget. Aku sengaja bangun pagi-pagi biar bisa langsung ngerapiin tempat tidur kemudian langsung mandi dan ‘wolking-wolking’ dengan my best friend. Tapi, itu semua kacau saat aku selesai mandi dan kulihat tempat tidur ku yang tadinya rapi dan indah berubah menjadi seperti kapal pecah. GRRRKKKK……………………….Luuuunnaaa!!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>Aku langsung berlari dan dengan rasa sakit hati aku menerobos kamar Luna. Disana, kulihat Luna nyantai aja, wajah tanpa dosa yang ia perlihatkan saat aku berada di tengah pintu kamarnya.</p>
<p>“ Eh, Cha. Kenapa bengong disitu? Masuk aja.”</p>
<p>“ Nggak usah pake basa basi ya. Basi tau. “</p>
<p>“ Kenapa kamu marah-marah?? “ Tanya nya seperti tidak terjadi apa-apa dengan kamar ku tercinta.</p>
<p>“ Kamu tuh rese banget ya, Lun. Apa sih mau kamu? Kalo kamu syirik liat kamar aku rapi, kamu rapiin dong kamar kamu terus kamu berantakin lagi. Nggak akan ada yang marah kok, Lun. Tapi kalo kamu berantakin kamar aku, aku marah banget, Lun.” Oceh ku panjang lebar.</p>
<p>“ Ya ampun, Cha. Cuma gara-gara tempat tidur!! Cape deh.”</p>
<p>Tanpa basa basi dan rasa kasihan, hatiku yang sedari tadi dongkol melihat Luna, rambut Luna yang memang dari lahir udah bagus langsung aku kusutin. Karena Luna nggak terima dengan perlakuan ku Luna membalas dan pertengkaran kami dari kamar Luna sampai ke ruang tamu.</p>
<p>Semua kekesalan dan mau menang sendiri saling kami keluarkan. Karena kami nggak nyadar di sekeliling kami ada satu guci kesayangan mama yang nggak sengaja kesenggol sama aku dan Luna saat kami ‘berantem’.</p>
<p>“Ocha…………………..Luna………….” teriakan mama dan kerasnya bunyi pecahan guci tadi membuat aku dan Luna yang sedang ‘asyik’ menjadi berhenti. Aku dan Luna tertunduk. Merasa bersalah..</p>
<p>“ Maaf, ma…” aku dan Luna pasang tampang menyesal, semenyesal-menyesalnya.</p>
<p>“kalian berdua emang udah bener-bener  keterlaluan.Kalian . . . . . “</p>
<p><em>bersambung dulu yach</em> . .  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=320&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/25/gara-gara-tempat-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Remaja</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/24/kisah-remaja/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/24/kisah-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 07:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[imajinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Ngerasain jatuh cinta itu gimana sih?? baca, yukk !!! “ hah…. Lo belum pernah pacaran , sya? Kasian deh lo. “ itu lah kalimat yg membuat telinga merah mendengar kritikan pedas rere, sang primadona sekolah yang terkenal sering gonta ganti pacar. “emang kenapa sih kalo gue belum pernah pacaran? Salah? Ada peraturan undang-undang yang menegaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=308&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngerasain jatuh cinta itu gimana sih??</p>
<p>baca, yukk !!!<span id="more-308"></span></p>
<p>“ <em>hah…. Lo belum pernah pacaran , sya? Kasian deh lo</em>. “ itu lah kalimat yg membuat telinga merah mendengar kritikan pedas rere, sang primadona sekolah yang terkenal sering gonta ganti pacar.</p>
<p>“emang kenapa sih kalo gue belum pernah pacaran? Salah? Ada peraturan undang-undang yang menegaskan bahwa anak sma yang belum pernah pacaran akan dikenakan denda atau dijatuhkan hukuman penjara? “gerutu marsya kesal.</p>
<p>“sya, lo  tu cantik, pinter, baik lagi . mudah banget buat lo dapetin cowok yang lo mau?” kiara, sahabat marsya yang centil abis ikut-ikutan nimbrung nyeramahin  marsya masalah pacaran.</p>
<p>“atau jangan-jangan….. lo. . . &#8230;” kiara menghentikan komentarnya karena melihat mata marsya melotot gede banget.</p>
<p>“astaghfirullahaladzim . . .  sembarangan lu… nggak lah. . . gue belum berminat aja untuk pacaran sekarang. Gue masih pengen bebas, seneng-seneng, enjoy, nggak ada beban. Punya pacar itu ribet tau . . ngabisin pulsa hanya buat ngejawab pertanyaan yang nggak penting. Kamu dimana? Sama siapa? Ngapain? Halah…… males gue.” Marsya ngoceh panjang lebar.</p>
<p>“lagian ya, seumuran kita itu belum cocok buat pacaran, apa itu cemburu-cemburuan ya?? Tau ah….” Sambung marsya</p>
<p>“ tapi nggak semua cowok kayak gitu juga kali, sya.”</p>
<p>“ iya tahu… tapi sebagian besar kayak gitu semua, kan. POSSESIF !!!” sambung marsya dengan menekankan kata di posesif.</p>
<p>“ ya udah, terserah lo deh.” Akhirnya kiara menyerah.</p>
<p>* * *</p>
<p>Saat baru masuk pekarangan sekolah, semua siswa SMA PELITA MAKMUR, terutama yang cewek pada rusuh dan kisruh. Mereka saling berbisik-bisik, bertatap-tatap, bertanya-tanya.</p>
<p>Marsya yang baru saja nyampe sekolah, bingung.. ada apa dengan teman-temannya?? <em>What happen aya naon</em> semua?</p>
<p>“hei, lin.. ada apaan sih?” kiara bertanya ke lina, salah satu dari sekian cewek yang bisik-bisik tetangga.</p>
<p>“itu…..emang lo belum tau, ra? Yahh…payah lu.. ketinggalan jaman.” Remeh lina seraya mencibir.</p>
<p>“ emang ada apaan?” tegas kiara.</p>
<p>“ ada murid baru, cowok.. gila, sumpah,  suer tekewer-kewer, keren, cool,  guantengggg banget.” Segala macam pujian di lontarkan lina plus ekspresi muka yang menggambarkan kekaguman, atau lebih tepatnya ketergila-gilaan.</p>
<p>“ hah…. Iya, yang bener?? Wah…….seru nih. Ada kecengan baru.” Centil kiara kambuh.</p>
<p>Marsya hanya menanggapi nya dengan “oh” dan menepuk jidat, cape deh. . . .</p>
<p>“yuk, ra…. Ke kelas. Gue kirain apaan.”</p>
<p>“ ayo, deh . . “ jawab kiara yang tadi semangat&#8212;&#8211;dengerin ada murid baru cowok, ganteng&#8212;&#8211;sekarang jadi lesu.</p>
<p>* * *</p>
<p>Sampai di kelas, ternyata suasana kelas dan suasana di pekarangan sekolah tadi sama heboh nya , dengan cewek-cewek yang membicarakan anak baru yang bikin heboh. Marysa hanya cuek bebek.</p>
<p>“ eh, gue denger-denger dia pindah ke sini karena orang tuanya buka cabang di sini.” Celetuk salah satu cewek.</p>
<p>“ iya, katanya dia juga mantan ketua osis dan kapten tim basket di sekolahnya dulu, lo.” Cewek yang lain ikut nyeletuk.</p>
<p>“wah….keren bangett..” para cewek-cewek itu berseru hampir bersamaan.</p>
<p>Marsya hanya bisa manggut-manggut denger berita itu. Nggak tertarik.</p>
<p>“ra, gue ke toilet dulu ya. Kasih tahu gue kalo ni cewek-cewek entar udah selesai nyeriwis nya. “</p>
<p>Kiara hanya membalas dengan mengangkat jempol dan terus mendengar celotehan teman-temannya yang lain.. huff</p>
<p>Marsya bergegas keluar kelas karena males banget ngedenger celotehan teman-temannya yang lebayy abiss….</p>
<p>Tiba-tiba,</p>
<p>BRUKKK!!!!!!!!</p>
<p>“aduh, sori…sori… maaf banget. Gue buru-buru.”</p>
<p>“ iya, nggak apa-apa. Gue juga yang salah. Jalan nggak liat-liat.”</p>
<p>“aduh sori banget ya . .”</p>
<p>“iya gak pa-pa.” jawab marsya tanpa menoleh karena sibuk meniup sikutnya yang sedikit luka.</p>
<p>“oh iya, gue boleh nanya nggak. Lo tahu dimana ruang kepala sekolah? Gue harus ketemu beliau sekarang.”</p>
<p>“lo…… murid baru itu yaa??”</p>
<p>“oh, iya.. kenalin. Gue angga, angga saputra.”</p>
<p>Masyaallah . . . . . ganteng banget, tiba-tiba hati marsya nyeletuk aneh.</p>
<p>“hei….” Angga membuyarkan lamunan marsya.</p>
<p><em>“Aduh…. Kenapa tiba-tiba gue dag dig dug gini yaa?”</em> marsya bergumam dalam hati. EHM . . .</p>
<p>“eh, iya…. Ruangan kepala sekolah ya?? Lo terus aja, entar ada papan penunjuk yang ada tulisan ruang kepsek nya. Nah itu, masuk aja.” Jelas marsya.</p>
<p>“oh, makasih ya.”</p>
<p>“ya…jangan lupa ketok pintu dulu yaa.” Aduhh……kenapa ngomong yang nggak penting ya….. hati marsya jadi aneh.</p>
<p>“ hehe….. ok. Btw, nama lo siapa?”</p>
<p>“oh gue, marsya..”</p>
<p>“thanks ya, sya.”</p>
<p>Sambil terpana marsya mengangguk….</p>
<p>Saat angga berlalu dan hilang di tatap mata, marsya merasa ada yang aneh pada hatinya, senang, sedih, bangga, sepi, kecewa, gembira, happy…. Haduh, apa artinya ini??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=308&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/24/kisah-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGAKUAN KU</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/23/pengakuan-ku/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/23/pengakuan-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 06:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Ketika tetesan air wudhu membasuh seluruh jiwa dan raga yang tertutup oleh debu berserah dan menyembah terhadap-Mu kurangnya sadar dan iman ku yang selalu melupakanmu Entah rahasia apa yang hendak kau lihatkan atas semua kejadian dan peristiwa yang membuat hati miris melihatnya selama ini Astagfirullahaladzim&#8230;&#8230; kuucap Asma-Mu tatkala kulihat peristiwa naas itu Begini jadinya kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=238&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika tetesan air wudhu membasuh seluruh</p>
<p>jiwa dan raga yang tertutup oleh debu</p>
<p>berserah dan menyembah terhadap-Mu</p>
<p>kurangnya sadar dan iman ku</p>
<p>yang selalu melupakanmu</p>
<p>Entah rahasia apa yang hendak kau lihatkan</p>
<p>atas semua kejadian dan peristiwa yang membuat hati miris melihatnya selama ini</p>
<p>Astagfirullahaladzim&#8230;&#8230;</p>
<p>kuucap Asma-Mu tatkala kulihat peristiwa naas itu</p>
<p>Begini jadinya kalau Engkau Murka Ya Robbi..</p>
<p>luapan air yang menenggelamkan ratusan jiwa</p>
<p>bahkan ribuan jiwa yang tak berdosa</p>
<p>karena ulah orang-orang pendusta</p>
<p>air mata membasahi pipi mereka yang kehilangan harta bendanya..keluarganya</p>
<p>tangisan bayi yang kehilangan orang tuanya.. MasyaAllah</p>
<p>Ya Allah&#8230;.</p>
<p>ampuni dosa-dosa ku</p>
<p>dosa-dosa kami yang selama ini berpaling dari-Mu Illahi</p>
<p>Tiada yang dapat menentang</p>
<p>jika Engkau berkehendak</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=238&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/12/23/pengakuan-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTEMUAN YANG MENYAKITKAN</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/10/17/pertemuan-yang-menyakitkan/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/10/17/pertemuan-yang-menyakitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 23:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal tahun 2005,andre telah lulus dari sebuah sekolah menengah pertama yang berada disebuah kota dibabel dan ingin melanjutkan pendidikannya.akhirnya andre  mendaftarkan dirinya kesebuah smk swasta yang berada disebuah kota dibabel. Andre diterima disekolah yang dia daftar,setelah melewati mos disekolah tersebut,para siswa sudah bisa belajar dan masuk seperti kakak-kakak kelas 2 dan 3.dan hari pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=290&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awal tahun 2005,andre telah lulus dari sebuah sekolah menengah pertama yang berada disebuah kota dibabel dan ingin melanjutkan pendidikannya.akhirnya andre  mendaftarkan dirinya kesebuah smk<span id="more-290"></span></p>
<p>swasta yang berada disebuah kota dibabel. Andre diterima disekolah yang dia daftar,setelah melewati mos disekolah tersebut,para siswa sudah bisa belajar dan masuk seperti kakak-kakak kelas 2 dan 3.dan hari pertama masuk pada hari rabu bulan juli tahun 2005 andre dipanggil masuk kantor untuk menentukan jurusan yang dia mau.bertepatan dengan pemanggilan andre tersebut tiba-tiba ada seorang cewek yang baru masuk juga,dan dipanggil untuk menentukan jurusannya.nama cewek yang baru masuk tersebut yaitu icha.ehm……tiba-tiba andre langsung gugup melihat icha dan jantung andre berdebar dag dig dug tak menentu.mata andre sedikit demi sedikit melirik kearah icha,andre memandang icha dengan mata terbuka lebar dan icha juga tersenyum melihat andre memandangnya begitu tajam,tiba-tiba ibu guru namanya.ibu yanti…… bersuara ehm……ehm………..langsung memanggil nama andre,</p>
<p>Ibu yanti : andre kamu mau jurusan apa????</p>
<p>Andre      : saya jurusan penjualan aja bu.</p>
<p>Ibu yanti :kalau kamu icha mau jurusan apa?????</p>
<p>Jawab icha dengan nada yang begitu lembut dan lemah.</p>
<p>Icha         :saya akuntansi aja bu.</p>
<p>Ibu yanti : iya deh kalau begitu,kalian berdua sudah bisa masuk kelas lagi untuk meneruskan pelajaran kalian.</p>
<p>Dijawab tanpa sengaja secara bersamaan oleh icha dan andre</p>
<p>Andre dan icha :iya bu’ terima kasih ya….</p>
<p>Setelah memilih jurusan tersebut,andre dan icha pun masuk kekelas masing-masing.setelah masuk kekelas andre masih memikirkan dan membayangkan wajah cantik icha yang manis,matanya sipit,rambutnya lurus panjang,dan kulitnya putih.akhirnya andre tersenyum sendiri dan berpikir bisakah dia dapatkan bidadarinya itu.di dalam hatinya berkata itu mungkin hanya sebuah impian yang takkan mungkin tercapai,hari demi hari berjalan dengan tenangnya dan dengan harapan untuk menuju masa depannya.pada awal bulan agustus ada pemilihan anak-anak kelas 1 yang mau ikut pbb atau gerak jalan,untuk acara merayakan hut ri pada 17an.pemilihan tersebut ternyata andre salah satunya yang dapat menjadi anggota gerak jalan atau pbb tersebut.setelah pemilihan selesai,anak-anak yang ikut pbb tersebut dikumpulkan sama senior-senior mereka dilapangan sekolah tersebut.tiba-tiba andre melihat dari kejauhan dilapangan ada seorang gadis cantik yang diidolakannya berdiri terpilih juga,menjadi anggota pbb tersebut.begitu gembira dan senangnya hati andre setelah melihat icha ikut serta dalam ajang perlombaan gerak jalan acara 17an tersebut.dan akhirnya setelah dikumpulkan dilapangan sekolah tersebut,ada pengarahan dari senior-senior bahwa nanti sore ada latihan dirumah sekolah dan setelah itu dipulangkan kerumah masing-masing untuk pesiapan nanti sore.setelah sorenya tiba tepat pukul 15.00 wib.si andre berangkat kesekolah untuk pergi latihan,setelah sampai disekolah anak-anak yang latihan dikumpulkan dan disuruh berbaris supaya rapi.dan akhirnya latihan dimulai dan didalam barisan tersebut andre dan icha bersampingan tepat di sebelah kiri andre ichapun tersenyum andre langsung menoleh kelain,dengan hati yang senang, akhirnya andre memberanikan diri menyapa icha.dengan panggilan amoy,karna wajah icha mirip dengan wajah chines.ichapun tersenyum.akhirnya icha dan andrepun,berbincang sambil latihan baris berbaris.setelah latihan selesai semua anak-anak dibubarkan dan dipulangkan kerumah masing-masing.waktu terus berjalan hari demi hari dilewati icha dan andrepun semakin dekat akhirnya pada awal bulan agustus icha dan andre pun jadian.begitu gembiranya andre bisa mendapatkan wanita idamannya.setelah hampir 1 tahun jadian andrepun dikenalkan icha kepada keluarganya,terutama sama ortunya.andrepun senang karna icha mau mengenalkan andre sama keluarganya,andrepun diterima dengan baik sama keluarga icha dan sebaliknya pula andrepun memperkenalkan icha pada keluarganya,setelah 1minggu kemudian icha tampak murung dan tidak bergairah andre pun bertannya.</p>
<p>Andre   :kenapa syankkk??????</p>
<p>Icha      :gak ada apa-apa kok yank….</p>
<p>Tetapi andre selalu mendesak,akhirnya ichapun menjawab kecemasan yang ada dalam pikiran andre tadi……</p>
<p>Icha            :syank,,,,,hubungan kita tidak direstui ortu aku;;;’’’’karna</p>
<p>Aku belum dibolehkan pacaran.begitu kata ibu aku,,,,</p>
<p>Andre         : masak sih…….</p>
<p>Dengan nada yang lembut dan pelan,muka andre begitu sedih.tetapi biarpun ortunya icha tidak setuju dengan hubungan mereka berdua,akhirnya mereka berdua memutuskan untuk back streat.hari demi hari mereka lewati,hampir 2 tahun hubungan icha dan andre lancar-lancar saja dan tanpa masalah.setelah masuk tahun ke3 icha pun berkata kepada andre.</p>
<p>Icha            :syank hubungan kita sampai disini aja ya…….</p>
<p>andrepun terkejut seolah olah itu adalah sebuah mimpi disiang bolong.dan akhirnya andrepun memenuhi permintaan icha.</p>
<p>Andre         :iya deh kalau itu mau kamu,dan bisa buat kamu bahagia.</p>
<p>Akhirnya icha dan andrepun putus  kemauan icha,setelah putus hampir 3 minggu ternyata alasan icha mau putus baru diketahui andre,bahwa icha dijodohkan sama anak teman ibunya,hendripun kaget tidak percaya,setelah melihat icha berboncengan dengan pacar  andre percaya dan akhirnnya andrepun mengikhlaskan icha dengan orang lain,setelah jadian hampir 1 bulan ichapun berkata,ingin balikan lagi sama  andre,tanpa pikir panjang andrepun langsung menerima icha kembali jadi pacarnnya.hari demi hari dilewati berdua,ichapun akhirnya lebih dekat lagi sama keluarga andre dan andrepun senang melihat icha dekat dengan ibunya.setelah berbulan bulan lancar dan tanpa masalah,akhirnya cobaan datang lagi sama andre.icha tiba-tiba minta putus lagi dan icha dijodohkan lagi.akhirnya andre memenuhi permintaan icha tersebut,akhirnya icha pacaran lagi dengan orang lain.akhirnya setelah berminggu minggu icha jadian,icha pun berkata kepada andre,</p>
<p>Icha            :sayank,aku minta maaf ya,aku menyesal dengan perbuatan aku selama ini,soal nya ini bukan kehendak aku,ini kemauan ortu aku,mau kah kamu memaafkan aku syank??????</p>
<p>Andre         :iya gak papa kok,aku maafin kamu gak salah apa-apa kok sayank,aku ngerti dengan keadaan kamu.sebagai tanda sayank akku kepada kamu aku rela kok kamu duain,asalkan itu bisa bikin kamu bahagia.</p>
<p>Ichapun menyesal menyesal karna itu bukan kemaunnya,akhirnya icha dan andre balikan lagi,setelah jalan sampai akhir 2007.pada saat itu sudah mau UAN,hubungan icha dan andre pun dapat masalah lagi.icha minta putus yang ke3X nya,dan andre pun menyetujui permintaannya,karna andre begitu syank dan mencintainya.setelah putus yang terakhir icha dan andre pun,sudah tidak pernah berhubungan lagi baik secara langsung,maupun tidak langsung.setelah berminggu-minggu akhirnya ujian nasionalpun berjalan dengan lancar diikuti andre.walaupun dengan hati yang hancur dan harapan untuk sersama-sama tidak tercapai,karna ortu icha tidak menyetujui hubungan icha dan andre.tetapi andre dengan senang hati menerima itu semua,karna  mungkin itu adalah cobaan dari allah swt.setelah selesai atau lulus sekolah andrepun memutuskan untuk tidak bertemu dan berhubungan lagi denga first love nya itu.karna andre benar-benar ingin melupakannya walaupun dia begitu menyesal dengan pertemuan beberapa tahun yang lalu.mungkin itu hanyalah sebuah kenangan yang pahit dan menyedihkan.itu semua adalah PERTEMUAN YANG MENYAKITKAN karna masih terbayang bayang dimata andre,seorang mantan pacarnya yang begitu diidolakannya,sekarang sudah jadi milik orang lain dan andrepun berkata mungkin ini bukan jodohku.mungkin juga allah swt.punya rencana yang lebih baik kedepannya. .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=290&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/10/17/pertemuan-yang-menyakitkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cerpen tuk sahabat</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/30/cerpen-tuk-sahabat/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/30/cerpen-tuk-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 12:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[imajinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen ini untuk sahabat yang baru tiwi kenal&#8230;. sahabat tiwi di dunia maya, facebook.  Tolong kasih saran dan komen untuk cerpen tiwi, ya !!! Malam itu, Wahyu hanya terduduk lesu tak berdaya ketika sang pacar mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka. Disaat orang lain bahagia di waktu ulang tahunnya, Wahyu justru meratapi setiap hari ulang tahunnya. Mengapa tidak?? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=285&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen ini untuk sahabat yang baru tiwi kenal&#8230;.</p>
<p>sahabat tiwi di dunia maya, facebook.  Tolong kasih saran dan komen untuk cerpen tiwi, ya !!!<span id="more-285"></span></p>
<p>Malam itu, Wahyu hanya terduduk lesu tak berdaya ketika sang pacar mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka. Disaat orang lain bahagia di waktu ulang tahunnya, Wahyu justru meratapi setiap hari ulang tahunnya. Mengapa tidak?? Ini sudah yang ketiga kalinya dalam setiap ulang tahun Wahyu ia harus putus dengan sang pacar.</p>
<p>“ Tuhan……apa arti dari semua ini?? Apakah Engkau tidak mengizinkan aku untuk punya seseorang yang menemani kosongnya hati ini, Tuhan….” Ratap Wahyu dari jendela kamarnya.</p>
<p>Malam itu hanya dihabiskan Wahyu untuk meratapi nasibnya. Rasanya Wahyu putus asa untuk bisa menjalin hubungan yang serius untuk yang ke empat kalinya. Anehnya, sehari sebelum hari ulang tahunnya, pacar Wahyu sikapnya biasa saja dan tidak ada pertengkaran di antara mereka. Tapi, saat Wahyu bertambah usianya… bukan kejutan bahagia yang ia dapat, namun sebuah cambukan yang selalu dan sudah membekas di hatinya.</p>
<p>“ Maaf Wahyu… aku nggak bisa nerusin hubungan ini sama kamu lagi. Aku udah dijodohin sama orang tua ku.” Kata-kata terakhir sebelum Wahyu dan Gita, pacar ketiga Wahyu seolah masih terngiang dalam lamunan dan bayangan Wahyu.</p>
<p>Pacar pertama yang mutusin Wahyu gara-gara ada cowok lain mungkin masih bisa dimakluminya. Pacar kedua Wahyu meninggalkan Wahyu begitu saja tanpa berkata apa-apa. Itu pun masih bisa dimakluminya dan dimasukkan ke kategori pengkhianatan.  Tapi, kalau sudah yang ketiga kalinya…….. kali ini Wahyu benar-benar bungkam.</p>
<p>Pelangi yang selalu cerah dan berwarna terasa suram di mata dan hati Wahyu. Bagaimana dia bisa menghadapi semua ini??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=285&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/30/cerpen-tuk-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah aku</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/29/inilah-aku/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/29/inilah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 13:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[BRUKK !!! Mimpi bersama cowok idaman berakhir sudah dengan timpukan  guling yang dituju mama untukku. Hahh…disaat-saat yang sangat romantis itu aku harus terbangun karena mama. “Udah jam berapa nih, neng?? Cantik-cantik kok bangun siang. Kayak kebo. “ “ Kebo-kebo anak mama juga, kan??” aku membalas dengan nada sinis ke mama. “ Mandi sana! Entar telat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=274&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BRUKK !!!</p>
<p>Mimpi bersama cowok idaman berakhir sudah dengan timpukan  guling yang dituju mama untukku. Hahh…disaat-saat yang sangat romantis itu aku harus terbangun karena mama.<span id="more-274"></span></p>
<p>“Udah jam berapa nih, neng?? Cantik-cantik kok bangun siang. Kayak kebo. “</p>
<p>“ Kebo-kebo anak mama juga, kan??” aku membalas dengan nada sinis ke mama.</p>
<p>“ Mandi sana! Entar telat lagi masuk sekolah.”</p>
<p>Dengan berat hati aku harus bangun dari pulau kapuk yang super empuk menuju  kamar mandi yang airnya ‘brrr’ lumayan dingin untuk mandi pukul 6 pagi. Mama ngebiasain aku untuk nggak jadi anak manja yang kalau bangun pagi, mandi harus dengan air hangat. Yah…betapa malang nasibku. Kalau sudah seperti ini, terkadang terlintas di benakku “lebih baik aku terus didalam mimpi, daripada harus hidup di dunia nyata yang membuat ku tersiksa”. Tapi, itu semua mustahil.</p>
<p>* * *</p>
<p>Hmh…segar. Pukul 06.30 aku baru keluar dari kamar mandi.</p>
<p>Di meja makan, mama, papa, sama zhia, adikku yang comel telah menanti.</p>
<p>“ Ya ampun, cha………..dari jam berapa kamu masuk kamar mandi. Jam segini baru keluar. Ck ck ck. “ mama kembali mengomel sambil berdecak.</p>
<p>“ Aduh, ma.. Ocha pusing dengerin mama tiap pagi kasih Ocha sarapan ‘omelan’. Ocha nggak mandi diomelin, Ocha lama mandi diomelin juga. Haduuh…”</p>
<p>“ Tapi nggak harus sampai setengah jam juga kali, Cha. “</p>
<p>“ Iya&#8230; iya…. Mama tunda dulu deh ngomel-ngomelnya, Ocha mau sarapan. Entar selera makan Oha ilang gara-gara kekenyangan dengerin omelan mama. “</p>
<p>Sejenak suasana pagi ini yang diawali dengan omelan mama yang cerewet namun sangat mendidik spontan sunyi dan diteruskan dengan sarapan tanpa lauk omelan.. ha ha.</p>
<p>Setelah kami semua selesai makan, aku pamit sama mama dan papa, tak lupa cium tangan. Duuh…Ocha, kau memang anak yang baik.</p>
<p>* * *</p>
<p>“ Pagi banget Cha datengnya !! “</p>
<p>Yah….itulah sindiran dari sahabat ku tercinta yang selalu menjadi komplemen setelah omelan mama setiap hari, Sari.</p>
<p>“ Harap maklum, artis terlalu sibuk pagi ini. “ begitu pula jawab ku.</p>
<p>Teet…………….. teet……….. teet……………………………………………… bel masuk berbunyi dengan kerasnya seakan-akan hendak  mengoyak langit-langit.</p>
<p>* * *</p>
<p>Huah……..hari ini adalah hari yang membosankan sekaligus menyebalkan. Bayangin aja, pagi-pagi udah ditimpukin guling sama mama tercinta, diomelin karena kelamaan di kamar mandi, ditambah pelajaran hari ini hampir semuanya hitung-hitungan. Kimia, Ekonomi akutansi, matematika, hahh…..malang benar nasibku………</p>
<p>Untung yang ngajarin MATEMATIKA nya ganteng. He he………..</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>bersambung dulu yach&#8230; he he</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=274&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/06/29/inilah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOSAN &amp; MENYEBALKAN !!!!</title>
		<link>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/03/21/bosan-menyebalkan/</link>
		<comments>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/03/21/bosan-menyebalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 09:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tiwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita sehari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniatiwi.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr.wb Para Sahabat Blogger yang tiwi rindukan Duh, udah lama banget tiwi nggak ngisi dan berkunjung ke rumah para sahabat untuk silaturahmi. Padahal hanya masalah sepele, sinyal net. Alhamdulillah sekarang agak mendingan dan Tiwi akan kembali &#8216;belajar menulis&#8217; dengan semua cerpen-cerpen yang sudah lama menumpuk di DRAFT tiwi. Ini cerpennya, baca dan komen ya???? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=266&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb</p>
<p>Para Sahabat Blogger yang tiwi rindukan</p>
<p>Duh, udah lama banget tiwi nggak ngisi dan berkunjung ke rumah para sahabat untuk silaturahmi. Padahal hanya masalah sepele, sinyal net. Alhamdulillah sekarang agak mendingan dan Tiwi akan kembali &#8216;belajar menulis&#8217; dengan semua cerpen-cerpen yang sudah lama menumpuk di DRAFT tiwi.</p>
<p>Ini cerpennya, baca dan komen ya????<span id="more-266"></span></p>
<p>BRUKK !!!</p>
<p>Mimpi bersama cowok idaman berakhir sudah dengan timpukan  guling yang dituju mama untukku. Hahh…disaat-saat yang sangat romantis itu aku harus terbangun karena mama.</p>
<p>“Udah jam berapa nih, neng?? Cantik-cantik kok bangun siang. Kayak kebo.&#8221;</p>
<p>“ Kebo-kebo anak mama juga, kan??” aku membalas dengan nada sinis ke mama.</p>
<p>“ Mandi sana! Entar telat lagi masuk sekolah.”</p>
<p>Dengan berat hati aku harus bangun dari tempat tidur ku yang empuk menuju  kamar mandi yang airnya ‘brrr’ lumayan dingin untuk mandi pukul 6 pagi. Mama ngebiasain aku untuk nggak jadi anak manja yang kalau bangun pagi, mandi harus dengan air hangat. Yah…betapa malang nasibku. Kalau sudah seperti ini, terkadang terlintas di benakku “lebih baik aku terus didalam mimpi, daripada harus hidup di dunia nyata yang membuat ku tersiksa”. Tapi, itu semua mustahil.</p>
<p>* * *</p>
<p>Hmh…segar. Pukul 06.30 aku baru keluar dari kamar mandi.</p>
<p>Di meja makan, mama, papa, sama zhia, adikku yang comel telah menanti.</p>
<p>“ Ya ampun, cha………..dari jam berapa kamu masuk kamar mandi. Jam segini baru keluar. Ck ck ck. “ mama kembali mengomel sambil berdecak.</p>
<p>“ Aduh, ma.. Ocha pusing dengerin mama tiap pagi kasih Ocha sarapan ‘omelan’. Ocha nggak mandi diomelin, Ocha lama mandi diomelin juga. Haduuh…”</p>
<p>“ Tapi nggak harus sampai setengah jam juga kali, Cha. “</p>
<p>“ Iya&#8230; iya…. Mama tunda dulu deh ngomel-ngomelnya, Ocha mau sarapan. Entar selera makan Oha ilang gara-gara kekenyangan dengerin omelan mama. “</p>
<p>Sejenak suasana pagi ini yang diawali dengan omelan mama yang cerewet namun sangat mendidik spontan sunyi dan diteruskan dengan sarapan tanpa lauk omelan.. ha ha.</p>
<p>Setelah kami semua selesai makan, aku pamit sama mama dan papa, tak lupa cium tangan. Duuh…Ocha, kau memang anak yang baik.</p>
<p>* * *</p>
<p>“ Pagi banget Cha datengnya !! “</p>
<p>Yah….itulah sindiran dari sahabat ku tercinta yang selalu menjadi komplemen setelah omelan mama setiap hari, Sari.</p>
<p>“ Harap maklum, artis terlalu sibuk pagi ini. “ begitu pula jawab ku.</p>
<p>Teet…………….. teet……….. teet……………………………………………… bel masuk berbunyi dengan kerasnya seakan-akan hendak  mengoyak langit-langit.</p>
<p>* * *</p>
<p>Huah……..hari ini adalah hari yang membosankan sekaligus menyebalkan. Bayangin aja, pagi-pagi udah ditimpukin guling sama mama tercinta, diomelin karena kelamaan di kamar mandi, ditambah pelajaran hari ini hampir semuanya hitung-hitungan. Kimia, Ekonomi akutansi, matematika, hahh…..malang benar nasibku………</p>
<p>Untung yang ngajarin MATEMATIKA nya ganteng. He he………..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniatiwi.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniatiwi.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniatiwi.wordpress.com&amp;blog=9723854&amp;post=266&amp;subd=daniatiwi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniatiwi.wordpress.com/2010/03/21/bosan-menyebalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/114dbd1246b9e985e1d3d2be984a4259?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tiwi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
