Pulang sekolah, tepat pukul 13.30…Luna mendapati rumahnya masih dalam keadaan berantakan. Gelas besar bekas kopi bapak tadi malam plus piring bekas martabak masih tergeletak di atas meja dapan tv, piring kotor yang numpuk di pelataran cuci piring, lantai yang masih kotor……Huuhh!!! Luna lemas . Biasanya pulang sekolah rumah sudah cling bersih , rapi , aman terkendali . Tapi kenapa sekarang keadaan jadi kayak kapal pecah begini?? Kemana Bik Tutiek???????
Bentar lagi mama pulang, pikir Luna.Bersih-bersih dulu ah………….kasian kan kalau mama pulang keadaan masih berantakan seperti ini.
Beres sana, beres sini, Bersih sana, sapu sini, cuci piring…huuuuuwwwwwaaaaaaaa…….. udah jam 15.00
O M G… Gaswattttt. Hari ini kan Luna ada jadwal les bahasa inggris,. Luna kalang kabut…harus ngapain ya??? Mandi Luna !!!! mandi…mandi…mandi !!!
Ya Allah…..Tolong Luna. Luna harus segera berangkat ke tempat les. Seandainya ada peri yang baik hati yang mau membantu Luna menyediakan kereta cepat yang langsung nyampai ditempat les, hanya dengan mengucapkan ” Sim salabim,,, ka arba arba”. Uupss, ka arba arba kan mantranya Cinta Kuya. Mulai lagi deh imajinasi yang kagak kagak.
Bik Tutiek kemana ya????
Tiin….tiin………bunyi klakson mobil Mama. Mama Pulang….Gaswat,,gaswat,,gaswatt…..
” Assalamualaikum…”
” Waalaikum salam…”
” Lo..kok Luna belum berangkat les?? Udah jam berapa?? ” mama heran. Alis beliau naik setengah inci. Nggak biasanya Luna telat berangkat les.
” Bik Tutiek nggak datang, ma. Jadi Luna harus beres-beres rumah dulu. Luna nggak mau mama pulang rumah dalam keadaan berantakan. Gara-gara ngerjain ini semua Luna jadi telat les bahasa inggris…”
” Emang Bik Tutiek kemana??? “
” Tahu tuh, ma. Bik Tutiek tuh emang pemalas, cuma mau makan gaji buta. ” duuh……..Luna. Juteknya kambuh.
dapet istilah darimana , neng ?
” Luna….koq ngomongnya gitu ?”mama terbelalak ., alisnya naik lebih tinggi.
Luna juga kaget menyadari perkataannya barusan . Ampuni Luna ,ya ALLAH ..maafkan Luna , Bik ..
Luna panik karena pasti telat ikut les .. Mama dapat melihat penyesalan di wajah putrinya.
” Ya sudah…sekarang cepat berangkat les. “
” Ya, Ma.. Assalamu’alaikum…”
“Wa’alaaikum salam…”
Sepulang dari tempat les, Luna memutuskan untuk mengendarai motornya ke rumah Bik Tutiek..,
” Assalamualaikum.. “
terdengar suara kecil yang menyahut dari kamar..
” waalaikum salam..masuk”
Luna melihat sesosok perempuan yang terbaring lemah dengan tangan diinfus dan obat-obatan mengelilingi.
” Bibi kenapa?? ” tanya Luna iba.Terenyuh hatinya memandang sosok yang sudah bertahun-tahun bersama keluarganya.
” Bibi sakit, sayang..” Bik Tutiek memang sering memanggil Luna dengan sebutan sayang. Karena Bik Tutiek sudah menganggap Luna seperti anaknya sendiri. Maklum, Bik Tutiek nggak punya anak.
Rasa kasihan dan menyesal tersirat di benak Luna. Luna menyesal telah berkata Bik Tuti pemalass, makan gaji buta. Ternyata Bik Tuti sakiit. Cikungunya yang memang sedang mewabah ternyata sekarang menyerang bik Tutiek.
Luna mencoba membantu dengan memijit kaki Bik Tutiek. Tanpa disadari Luna, air matanya menitik dan jatuh di kaki Bik Tutiek.
” Luna kenapa??? ” tanya perempuan itu lemah.
Luna hanya diam..
Maafkan luna , Bik..kata hatinya.Luna sayang Bik tutiek..